[Seri Larangan Akidah] Jangan Thawaf di Tempat Selain Ka’bah

Janganlah melakukan thawaf dengan maksud beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah di tempat selain Ka’bah yang terdapat di Masjidil Haram

Sebagai contoh, melakukan thawaf di kuburan, batu besar atau yang lain, karena mengharap pahala darinya, penghuninya, atau merasa takut bahwa benda tersebut dapat mendatangkan mudharat dan mampu memberi hukuman bagi diri kita.

Berikut ini adalah hukum-hukum mengenai thawaf dan penyembelihan kurban di dekat kubur:

Pertama:
Thawaf dan sembelihan ditujukan kepada penghuni kubur.
Orang yang melakukannya adalah musyrik, karena telah melakukan syirik besar yang menghapus ketauhidannya. Ketentuan ini berlaku baik diiringi dengan keyakinan tertentu ataupun tidak.
Kedua:
Thawaf dilakukan karena Allah, namun diiringi keyakinan bahwa kubur tersebut mampu memberikan manfaat dan mudharat baginya.
Orang yang melakukannya juga tergolong musyrik, karena dia telah melakukan syirik besar yang akan mengeluarkannya dari Isldam dan membatalkan ketauhidannya.
Ketiga:
Thawaf dilakukan karena Allah, dan orang yang melakukannya tidak meyakini bahwa hal tersebut dapat memberikan pengaruh apa pun kepada dirinya.
Meskipun demikian, orang yang melakukan hal tersebut berkeyakinan bahwa para penghuni kubur memiliki kedudukan yang tinggi di hadapan Allah. Kedudukan mereka yang tinggi ini diyakini dapat menolak bencana dan mendatangkan manfaat.
Thawaf seperti ini adalah bid’ah yang bernilai kesyirikan. Orang yang melakukannya mendapatkan laknat sebagaimana Allah melaknat orang Yahudi dan Nasrani. Demikian juga sebagaimana Allah melaknat orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid (tempat untuk beribadah).
Namun, orang yang melakukannya belum dapat dinilai sebagai musyrik karena belum melakukan kesyirikan yang dapat mengeluarkannya dari Islam.

 

Allah ta’ala berfirman,

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.” [al-Baqarah: 125].

═══ ¤❁✿❁¤ ═══
Daftar Broadcast Belajar Tauhid
Ketik nama-daerah-BT
Contoh: Boris-Jakarta-BT
kirim ke 087871995959
═══ ¤❁✿❁¤ ═══
Facebook Fanspage: Belajar Tauhid
Instagram: Belajar Tauhid
Telegram: https://t.me/belajartawhid
═══ ¤❁✿❁¤ ═══

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s