[Belajar Tauhid]: Menyembelih binatang di tempat kesyirikan

Tsabit bin Dhahhak radhiallahu ‘anhu mengatakan,

نذر رجل أن يذبح إبلا ببوانة، فسأل النبي فقال :” هل كان فيها وثن من أوثان الجاهلية يعبد ؟” قالوا : لا، قال :” فهل كان فيها عيد من أعيادهم ؟” قالوا : لا، فقال رسول الله :” أوف بنذرك، فإنه لا وفاء لنذر في معصية الله ولا فيما لا يملك ابن آدم”. رواه أبو داود وإسناده على شرطهما

“Ada seseorang yang bernadzar akan menyembelih onta di Buwanah. Dia lantas bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun bertanya, ‘Apakah dulunya di tempat itu ada berhala peninggalan orang-orang jahiliyah yang disembah?’ Para sahabat menjawab, ‘Tidak ada.’ Nabi bertanya lagi, ‘Apakah di tempat itu pernah diadakan salah satu perayaan oleh orang-orang jahiliyah?’para sahabat menjawab, ‘Belum pernah.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, ‘Tunaikanlah nadzarmu, namun tidak boleh menunaikan nadzar untuk berbuat maksiat kepada Allah dan di luar batas kemampuan seseorang.” [Shahih. HR. Abu Dawud].

 

Dari hadits di atas dapat ditarik beberapa faidah sebagai berikut:

*#1*

Tidak boleh menyembelih binatang di lokasi yang pernah terdapat berhala dan/atau diselenggarakan perayaan kaum musyrikin, meskipun berhala atau perayaan tersebut sudah dihilangkan dan dihapuskan.

 

*#2*

Menyembelih binatang tidak boleh dilakukan di lokasi yang pernah dipergunakan untuk menyembelih kepada selain Allah, meskipun sembelihan tersebut diniatkan untuk Allah ta’ala.

 

*#3*

Menyembelih binatang di lokasi yang pernah dipergunakan untuk menyembelih kepada selain Allah merupakan perbuatan yang diharamkan, meski diniatkan untuk Allah. Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Menyembelih di lokasi perayaan kaum musyrikin dan di tempat pemujaan berhala mereka adalah kemaksiatan.” [Iqtidha ash-Shirath al-Mustaqim 1/441].

 

*#4*

Beberapa ulama mengategorikan perbuatan di atas sebagai syirik ashghar karena dapat menjadi perantara untuk melakukan syirik akbar. Hal ini mengingat salah satu definisi syirik ashghar adalah setiap perantara, baik berupa keyakinan, ucapan, atau perbuatan yang dapat mengantarkan pada perilaku syirik akbar.

Ibnu Katsir mengatakan, “Allah melarang orang-orang beriman dari perbuatan tersebut dan mengharamkan mereka memakan binatang yang disembelih di sisi berhala-berhala, meskipun penyembelihannya dengan menyebut nama Allah, di mana penyembelihan binatang di samping berhala tersebut merupakan salah satu bentuk kesyirikan yang diharamkan Allah dan   rasul-Nya.” [Tafsir al-Quran al-‘Azhim 2/16].

Dan sebagai pengingat dosa syirik ashghar tidak seperti dosa kemaksiatan lain yang derajatnya di bawah kesyirikan dan kekufuran. Tanpa bermaksud meremehkan, doza zina, membunuh, meminum khamr, mencuri, dan yang semisal selama tidak menghalalkan masih memiliki peluang untuk diampuni Allah ta’ala meski pelakunya belum bertaubat. Sedangkan syirik ashghar, tingkatan dosanya lebih besar daripada semua kemaksiatan tadi dan pelakunya tidak akan diampuni Allah selama belum bertaubat dari kesyirikannya.

 

*#5*

Menyembelih binatang di lokasi yang dipergunakan untuk menyembelih kepada selain Allah merupakan perantara kesyirikan meskipun sembelihan diniatkan kepada Allah, karena tindakan itu menyerupai perbuatan kaum musyrikin sehingga boleh jadi seseorang terdorong menyepakati keyakinan kaum musyrikin dan condong kepada mereka.

Ibnu Qasim mengatakan, “Tidak boleh menyembelih binatang untuk Allah di tempat yang dipergunakan untuk menyembelih kepada selain Allah, karena dalam perbuatan itu terdapat kesesuaian dan kecocokan dengan kaum musyirikin apabila melihat lokasi secara fisik. Perbuatan ini dilarang seperti yang tercantum dalam hadits, ‘Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum, dia termasuk dalam golongan mereka.’ Meski seseorang melakukannya karena mengharap Wajah Allah, tetap perbuatan itu dilarang karena perbuatannya itu justru menghidupkan dan mengagungkan tempat kesyirikan, sehingga menjadi sebab kesyirikan muncul dan kembali.”[Hasyiyah Ibn Qasim hlm. 103].

 

*#6*

Kaidah sadd adz-dzarai’ (menutup pintu-pintu keburukan) salah satu kaidah penting dalam syari’at, karenanya wajib menjauhi tindak kesyirikan dan lokasi  yang mengundang kemurkaan Allah. Alasan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menyembelih binatang di tempat yang dulunya menjadi lokasi pemujaan berhala karena adanya kekhawatiran penyembelihan yang dilakukan di tempat tersebut, akan menghidupkan kembali ritual kesyirikan dan menjadi perantara tempat tersebut menjadi lokasi perayaan [Iqtidha ash-Shirath al-Mustaqim 1/441-443].

 

*#7*

Bagaimana hukum memakan sembelihan tersebut? Apa yang disampaikan Ibnu Katsir pada poin 3 telah mencukupi. Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah mengutip adanya larangan memakan binatang yang disembelih di samping kuburan. Beliau mengatakan, “Tidak boleh menyembelih binatang kurban atau binatang yang lain di sisi kuburan, karena dalam Sunan Abu Dawud terdapat larangan melakukan ‘aqr (penyembelihan di kuburan). Dan imam Ahmad membenci memakan binatang yang disembelih di sisi kuburan karena serupa dengan binatang yang disembelih di sisi berhala.” [Majmu al-Fatawa 26/306].

 

*#8*

Wajib menghindari sikap meniru-niru orang musyrik dalam memperingati hari raya walaupun tidak memiliki maksud seperti itu.

 

*#9*

Tidak boleh bernadzar untuk melakukan kemaksiatan. Nadzar yang disyari’atkan adalah nadzar yang diniatkan untuk Allah ta’ala dan berupa ketaatan (ibadah). Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Nadzar yang wajib dipenuhi wajib memiliki dua kriteria, tujuan nadzar adalah untuk Allah dan nadzar tersebut berupa ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.” [Nazhriyah al-‘Aqd hlm. 21-22].

 

*#10*

Tidak boleh bernadzar dengan sesuatu di luar batas kemampuan manusia atau bernadzar dengan sesuatu yang bukan miliknya.

 

Semoga bermanfaat. Silakan dibagikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s