[Petuah Salaf]: Kecelakaan bagi Penguasa

Umar bin al-Khathab radhiallahu ‘anhu berkata,

وَيْلٌ لِدَيَّانِ مَنْ فِي الْأَرْضِ مِنْ دَيَّانِ مَنْ فِي السَّمَاءِ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ , إِلَّا مَنْ أَمَّ الْعَدْلَ , وَقَضَى بِالْحَقِّ , وَلَمْ يَقْضِ عَلَى هَوًى , وَلَا عَلَى قَرَابَةٍ , وَلَا عَلَى رَغَبٍ , وَلَا عَلَى رَهَبٍ , وَجَعَلَ كِتَابَ اللهِ مَرْآةً بَيْنَ عَيْنَيْهِ

“Kecelakaanlah yang kelak diperoleh para pemangku jabatan di muka bumi ketika bertemu dengan Allah, kecuali mereka yang memimpin dengan adil, memutuskan dengan hak, membuat keputusan tanpa diwarnai hawa nafsu, unsur kedekatan, tidak pula dikarenakan ketamakan dan adanya ancamanDia menjadikan kitabullah layaknya cermin yang terpampang di depan kedua matanya”. [az-Zuhd karya Ahmad bin Hambal].

*Catatan:*
Dengan wasiatnya ini, al-Faruq, Umar bin al-Khathab radhiallahu ‘anhu hendak memperingatkan para penguasa dan pejabat dari sebab terbesar yang menghalangi pemangku kekuasaan untuk berlaku adil dan memutus perkara dengan benar.

Umar bin al-Khathab menyampaikan bahwa ada 4 perkara, yaitu hawa nafsu, kedekatan, tamak, dan adanya rasa takut pada ancaman orang yang memiliki kekuasaan lebih dari dirinya.

Umar radhiallahu ‘anhu memberikan solusi agar dapat menghindari itu semua, yaitu dengan menjadikan kitabullah sebagai panduan dan pengingat, seakan-akan sebuah cermin yang ada di hadapan seseorang. Perkataan Umar bin al-Khathab radhiallahu ‘anhu ini mengisyaratkan pada Allah ta’ala ketika berfirman pada Dawud ‘alaihi as-salam,

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

_”Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, *maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.* Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.”_ [Shad: 26].

*Disadur dari Mawa’izh ash-Shahabah hlm. 34-35*

═══ ¤❁✿❁¤ ═══
*Daftar Broadcast Harian Belajar Tauhid*
Ketik Nama-Daerah-BT
Contoh: Boris-Jakarta-BT
kirim ke 087871995959
═══ ¤❁✿❁¤ ═══
*Facebook Fanspage:* Belajar Tauhid [https://www.facebook.com/fp.belajartauhid/]
*Instagram:* Belajar Tauhid
*Telegram:* https://t.me/belajartawhid
*Blog:* http://www.ayobelajartauhid.wordpress.com
═══ ¤❁✿❁¤ ═══

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s